Menyebarnya virus corona membuat dunia harus bergerak dengan lebih cepat. Salah satu upaya yang telah dilakukan beberapa negara adalah dengan membuat sebuah alat atau aplikasi yang digunakan untuk mendeteksi penyebaran virus tersebut. Cara kerja aplikasinya yaitu dengan menanyakan kepada orang-orang tentang gejala yang terjadi pada mereka dan memberi panduan apakah mereka sudah tertular Covid-19 atau belum.
Dengan menggunakan aplikasi, penyebaran virus dapat dilakukan tanpa harus bertemu dengan pasien dan sebagai upaya untuk mencegah penyebarannya. Badan Kesehatan Dunia (WHO) berencana meluncurkan aplikasi untuk memungkinkan orang-orang di negara-negara yang kekurangan sumber daya untuk mengetahui apakah mereka positif Virus Corona COVID-19.
Berikut beberapa aplikasi yang digunakan untuk melacak pasien kasus corona, penyebaran, hingga dapat melihat kondisi kesehatan.
Aplikasi New Media Untuk Mendeteksi Pasien Terpapar Covid 19
1. PeduliLindungi
PeduliLindungi adalah aplikasi yang dikembangkan oleh anak bangsa dan diperkenalkan langsung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika sebagai salah satu upaya untuk meredam wabah virus corona di Indonesia.
Cara kerjanya mengandalkan partisipasi masyarakat untuk saling membagikan data lokasinya saat bepergian agar penelusuran kontak dengan penderita Covid-19 dapat dilakukan. Aplikasi ini sudah bisa diunduh melalui perangkat Android secara gratis.
2. 10 Rumah Aman
Aplikasi 10 Rumah Aman merupakan sebuah aplikasi hasil kolaborasi KSP dan Kemkominfo. Aplikasi itu dirancang berbasis komunitas agar bisa digunakan masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi wabah Covid-19.
10 Rumah Aman diklaim berbasis teknologi Artificial Intelligence (AI) yang mampu menghubungkan data berbasis peta dan lingkungan sekitar melalui perangkat telepon seluler dan terhubung dengan platform media sosial.
3. TraceTogether
Aplikasi TraceTogether dikembangkan oleh Singapura yang fungsinya mengidentifikasi orang-orang yang mungkin terpapar corona. Aplikasi ini bekerja dengan memanfaatkan sinyal Bluetooth yang terhubung dari satu ponsel ke ponsel lain dengan jarak maksimal 2 meter.
Saat ada orang terdeteksi terinfeksi corona, pemerintah akan menghubungi warga yang dekat dan meminta untuk menyetorkan data lokasi ponsel ke pemerintah untuk melakukan pelacakan dan interaksi yang pernah dilakukan.
4. Covid Symptom Tracker
Aplikasi hasil ciptaan kolaborasi antara peneliti di King's College London, rumah sakit Guy and St Thomas, dan perusahaan pengetahuan data kesehatan ZOE berharap aplikasi pelacakannya ini bisa dipakai oleh kepentingan negara, terutama di Inggris.
Aplikasi yang bisa membantu melacak persebaran Covid-19 dan mengetahui siapa yang paling besar ada dalam risiko dengan meminta penggunanya untuk meluangkan waktu 1 menit setiap harinya guna melaporkan kondisi kesehatannya, apakah sehat atau tidak.
5. AC19
Pemerintah Iran telah merilis sebuah aplikasi pelacakan bernama AC19 dan meminta jutaan warganya untuk menginstal aplikasi tersebut sebelum pergi ke rumah sakit atau pusat kesehatan.
Aplikasi ini diklaim bisa mendeteksi apakah orang terinfeksi corona atau tidak dalam hitungan detik secara real-time. Aplikasi ini juga akan memberikan referensi apakah warga harus segera pergi ke rumah sakit atau karantina mandiri.
6. Home Quarantine
Aplikasi ciptaan pemerintah Polandia ini ditujukan bagi warganya untuk memastikan orang tetap berada di rumah selama masa karantina selama 14 hari. Cara kerjanya warga polandia harus mengirimkan foto selfie ke aplikasi ini selama 14 hari.
Pemerintah Polandia secara otomatis membuat akun untuk pasien yang harus karantina, termasuk orang yang kembali dari luar negeri. Jika waktu foto selfie tidak diunggah dalam kurun waktu 24 jam, maka polisi akan melakukan kunjungan.
7. Close Contact Detector
Aplikasi ini dikembangkan oleh pihak pemerintah China yang bekerja sama dengan perusahaan China Electronics Technology Group Corp (CETC). Nantinya CETC mengandalkan data dari sejumlah lembaga pemerintah terkait untuk melacak pegerakkan warganya.
China mengklaim aplikasi ini mampu mengindikasikan status kesehatan seseorang sehingga pengguna dapat tahu kondisi seseorang apakah tengah mengidap virus corona atau tidak karena sudah dilacak menggunakan data terlebih dahulu.
8. Digital Dairy
Baru-baru ini pemerintah Selandia Baru meluncurkan aplikasi bernama 'Digital Dairy' untuk melacak pergerakan warganya. Aplikasi itu dilakukan karena Selandia Baru memperlakukan kebijakan lockdown. Aplikasi itu diklaim membantu orang untuk merekam gerakan pribadi mereka. Jika suatu hari dinyatakan positif Covid-19, aplikasi itu akan membantu mengetahui di mana saja berada.
Kementerian Kesehatan Selandia Baru menjalin kerjasama dengan Komite Privasi dan pakar keamanan independen untuk mengembangkan aplikasi tersebut. Sehingga setiap informasi yang diputuskan untuk direkam oleh aplikasi akan disimpan dengan aman di ponsel dan dihapus secara otomatis setelah 31 hari.
9. COVIDSafe
Pemerintah Australia meluncurkan aplikassi COVIDSafe agar masyarakat bisa mengetahui ketika berada dekat dengan orang yang terinfeksi Covid-19. Melansir CNN, aplikasi itu seperti PeduliLindingi menggunakan sinyal Bluetooth untuk melacak ketika orang dekat dengan pengguna aplikasi lain.
Aplikasi itu dikliam tidak memiliki kemampuan geologokasi untuk secara mendeteksi pergerakan pengguna aplikasi. Sejak diluncurkan, aplikasi COVIDSave telah diunduh lebih dari 5 juta warga Austrlia.
Sumber :
https://www.cnbcindonesia.com/tech/20200407142610-37-150327/6-aplikasi-ini-bisa-tracing-persebaran-virus-corona
https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20200520144819-185-505375/aplikasi-deteksi-corona-berbagai-negara-di-era-new-normal












