Pengertian Musik Digital
Musik Digital adalah reproduksi suara dari sinyal digital yang telah diubah keasalnya menjadi sinyal analog, perekaman suara digital dengan cara pengkodean angka biner hasil dari perubahan sinyal suara analog dengan bantuan frekuensi sampling. Musik digital bisa juga berasal dari suara sintetis, contoh peralatan sumber suara sintetis MIDI merupakan sumber suara digital berbagai instrumen musik yang bisa dimainkan oleh pemusik. Bentuk penyimpanan sinyal digital dalam media berbasis teknologi komputer. Format digital dapat menyimpan data dalam jumlah besar.
Produksi Musik Digital.
Dalam membuat suatu musik digital, langkah-langkah atau proses produksi yang harus dilakukan yaitu sebagai berikut:
Membentuk Konsep.
Proses ini merupakan tahap awal untuk menentukan tujuan (visi dan misi) dan memastikan tujuan tercapai hingga proses terakhir.
Mempersiapkan Materi.
Proses ini yaitu mempersiapkan materi, materi disini mancakup komposisi dan lirik. Materi akan diarahkan agar tetap berada di jalur yang sudah ditetapkan. Materi lagu yang bagus (secara komposisi maupun lirik) akan mempermudah aransemen.
Aransemen.
Merupakan proses penyusunan materi agar lagu terdengar apik secara keseluruhan. Termasuk pemilihan genre.
Tracking/Recording.
Merupakan proses rekaman. Proses ini yang paling banyak memakan waktu dalam produksi musik digital. Proses rekaman dilakukan dengan mengandalkan rekaman digital, menggunakan alat musik asli secara terpisah seperti gitar akustik, drum dan lain-lain. Hasil recording yang baik akan mempermudah proses editing dan mixing.
Editing.
Proses editing merupakan proses yang juga memakan banyak waktu setelah recording. Proses editing diantaranya:
- Tuning suara vocal, bass, atau instrumen melodis lain yang fals.
- Memperbaiki beat drum yang tidak tepat, atau instrumen lain yang meleset dari tempo
- Membuang bagian-bagian track yang kosong
- Dan perbaikan-perbaikan lainnya.
Mixing.
Proses yang terakhir yaitu mixing, yang merupakan proses penggabungan harmonisasi musik digital agar didapatkan hasil yang maksimal. Setelah proses produksi musik digital maka selanjutnya kita akan mendistribusikan musik digital tersebut.
Distribusi Musik Digital.
Proses distribusi musik digital melibatkan proses control, create, market, dan maintain business rules dari setiap materi digital. Salah satu istilah yang muncul kemudian adalah content management, yaitu suatu mekanisme untuk menyimpan materi digital serta control untuk search, browsing, access, dan retrieval oleh users baik secara individu, kelompok atau institusi/perusahaan.
Sejumlah service providers telah mulai menjual produk musik digitalnya secara langsung lewat internet. Namun demikian sejumlah kemudahan dalam dalam proses copy dan distribusi materi digital bila tidak disertai manajemen serta mekanisme proteksi dapat dengan mudah mengalami berbagai aspek yang terkait dengan penggunaan secara illegal.
Maka, untuk proteksi bisnis komersial dan perlindungan hak cipta serta mencegah pembajakan (digital piracy), diperlukan suatu sistem yang dapat mencegah akses dan penggunaan illegal dari musik digital serta manajemen terhadap copyright untuk penggunaan yang legal. Sistem yang digunakan saat ini yaitu Digital Rights Management (DRM). DRM adalah suatu sistem yang ditujukan untuk mengatasi permasalahan yang terkait dengan pengaturan akses dan distribusi materi digital yang menjamin hak dan kewajiban antara pemilik, penerbit, penjual, serta pengguna.
Walaupun terlihat cukup sederhana, akan tetapi pembuatan musik menggunakan media digital tidak semudah yang kita bayangkan. Ada beberapa hal dasar yang harus dikuasai, seperti apa saja komposisi sebuah musik, dan mengerti mengenai proses mixing seluruh instrumen yang digunakan. Yang terpenting dalam pembuatan musik digital adalah membuat ritme. Setelah ritmenya sesuai, batu dapat digabungkan dengan komponen lain.
Banyak musik yang dibuat melalui proses rekaman studio, lalu formatnya diubah menjadi format digital. Ada beberapa faktor yang membuat penikmat musik lebih memilih musik dalam format digital.
Seperti, mudahnya mendapatkan musik dalam format digital, hanya dengan mengunduh, baik secara gratis maupun berbayar, penikmat musik sudah mendapatkan musik yang diinginkan. Dengan menggunakan media digital, penikmat musik juga dapat memilih salah satu lagu yang ia sukai tanpa harus memiliki keseluruhan album.
Musik dalam format digital juga dapat memberikan keuntungan bagi si pembuat musik. Penjualan musik dalam bentuk nada tunggu (RBT) telepon seluler jauh lebih menguntungkan dibandingkan harus menjual dalam bentuk CD atau kaset.
Selain mendapatkan keuntungan dalam bentuk materi, pembuat musik juga dapat memanfaatkan teknologi internet untuk menyebarluaskan karya mereka. Pembuat musik dapat menyebarkan karyanya ke seluruh dunia, dengan cara mengunggah karya mereka ke berbagai website jejaring sosial.
Konsumsi Musik Digital
Munculnya era digital menghasilkan pada penurunan penjualan produk fisik dan mendorong perubahan mendasar pada struktur bisnis dan ekonomi dari industri musik, hal ini mempengaruhi bagaimana musik di produksi dan di konsumsi pada saat ini. Trend ini didorong oleh pengembangan teknologi, aspek yang paling terlihat adalah bangkitnya format musik digital dan relokasi dari distribusi musik, penyimpanan dan konsumsi menjadi berbasis online.
Era Musik digital dapat dibagi menjadi tiga fase:
a. Fase pertama
Transisi dari kaset dan vinyl menuju terkonologi CD. Fase ini memungkinkan untuk menjual produk digital (CD, digital audiotape, digital compatt cassete,DVD) dengan kualitas yang sama persis dengan kualitas audio dari master rekaman digital
b. Fase kedua
Muncul pada awal abad ke-21 dengan munculnya berbagi digital download melalui teknologi kompresi MP3 yang dikembangkan oleh Motion Picture Experts Group (MPEG). Komersialisasi dan kepopuleran dari internet publik dan munculnya jaringan peer-to-peer seperti Napster yang memfasilitasi pembajakan musik . Download digital secara legal muncul pada fase ini dan iTunes menjadi yang pertama melakukannya
c. Fase ketiga
Pada transisi saat ini, telah terjadi perubahan signifikan menuju streaming musik secara digital (gratis dan melalui berlangganan) daripada penjualan produk secara digital yang menghasilkan kepada kepemilikan. Pertumbuhan dari model streaming ini telah mengurangi pengaruh finansial dari pembajakan musik secara digital . Era musik digital ini telah mengubah pengalaman dalam mendengarkan musik dari “memainkan musik” menjadi “bermain dengan musik” menyoroti peranan dari media sosial dan juga peran interaktif dari antarmuka aplikasi streaming seperti spotify, joox dan youtube.
Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Audio_digital
https://rifqiwayasmaraa.blogspot.com/2018/12/proses-produksi-music-digital.html
https://jurgenirgo.wordpress.com/2017/12/19/produksi-dan-distribusi-musik-digital
Nama : Alpan Nopebriyansyah
NPM : 50419576
Kelas : 2IA13
0 komentar:
Posting Komentar