Pengertian Point Of Sale (POS)
Dilihat dari pengertiannya, Point of Sale atau Point of Purchase adalah waktu dan tempat penyelesaian transaksi ritel. Pada titik penjualan, pedagang menghitung jumlah yang terutang oleh pelanggan, menunjukkan jumlah tersebut, dapat menyiapkan faktur untuk pelanggan, dan menunjukkan opsi bagi pelanggan untuk melakukan pembayaran. (Wikipedia)
Point of Sale (POS) merupakan tempat di mana pelanggan melakukan pembayaran untuk barang atau jasa, dan di mana pajak penjualan dapat dibayarkan. Hal itu bisa dilakukan di tempat toko fisik, di mana terminal POS dan sistem digunakan untuk memproses pembayaran kartu, atau titik penjualan virtual, seperti komputer atau perangkat elektronik seluler. Sejatinya, POS sering digunakan guna membantu pengelola bisnis atau pemilik usaha dalam hal mempermudah transaksi dengan pelanggannya.
POS adalah sebuah mesin kasir atau biasa disebut Cash Register, mesin semacam kalkulator yang dilengkapi uang dan pencetak bukti pembelian (struk), atau invoice. Namun, karena perkembangan teknologi semakin canggih, fungsi cash register tak lagi memenuhi kebutuhan untuk usaha yang memerlukan detail laporan laba rugi, stok barang dan kebutuhan custom lainnya. Dari sanalah, POS datang untuk melengkapi kekurangan.
Kelebihan Point Of Sale
1. Memberikan Laporan Data Lengkap
POS dalam dunia bisnis memberikan banyak kemudahan, salah satunya dalam laporan penjualan. Laporan yang diberikan sangat lengkap dan mendetail. Mengingat, banyak fitur yang canggih dan lebih baik ketimbang pencatatan manual.
Selain lengkap dan mendetail, laporan yang diberikan dapat diberikan pada waktu itu atau periode waktu tertentu. Hal ini dapat digunakan untuk selalu memantau perkembangan penjualan dalam bisnis. Penting untuk mengetahui setiap perkembangan yang terjadi pada bisnis yang dijalankan.
2. Manajemen Stok Barang
POS dapat memberikan laporan yang lengkap termasuk memberikan laporan kondisi stok barang. Hal ini dapat membantu untuk mengatur keluar masuknya barang sesuai dengan kategori barang. Laporan kondisi stok barang juga dapat membantu untuk mengetahui kategori barang mana yang paling dicari pembeli sehingga stoknya cepat habis.
3. Strategi Promosi
Fitur yang canggih dalam POS memungkinkan stratego promosi juga dapat dilakukan di dalamnya. Misalnya dengan memberikan bonus karena sudah berapa puluh kali belanja di tempat. Penerapan poin yang didapatkan pelanggan juga dapat diberikan melalui POS menggunakan syarat pembelian barang dengan jumlah nominal tertentu. Poin dapat ditukarkan dengan barang yang disediakan atau ditukarkan dengan potongan harga.
Inovasi yang demikian akan meningkatkan motivasi pelanggan untuk selalu membeli barang di tempat. Selain itu, perasaan nyaman para pelanggan juga dapat dibangun dari strategi promosi yang diberikan. Keuntungan akan semakin bertambah seiring dengan banyaknya kelebihan dan inovasi yang ditawarkan dalam bisnis.
4. Keamanan
Tidak sedikit pelanggan yang nyaman menggunakan kartu kredit dalam proses pembayaran. Maka dari itu, untuk mempermudah mereka dalam transaksi sistem POS juga perlu dilengkapi standar keamanan bertransaksi. Hal ini bisa dilakukan integrasi dengan sistem lain yang menunjang keamanan.
5. Integrasi dengan Sistem Lain
POS juga dapat diintegrasikan dengan sistem lain yang dapat menunjang fungsi transaksi dan kemanan dalam bisnis. Misalnya, dapat mengintegrasikan dengan sistem pencetakan struk atau bukti pembelian, sistem barcode scanner dan sistem lainnya yang sekiranya mendukung dan mempermudah proses transaksi di tempat usaha yang dijalankan.

0 komentar:
Posting Komentar