Ruang Publik dan Electronic Votes in Haiti

Ruang Publik 

Ruang publik adalah Areal atau tempat dimana suatu masyarakat atau komunitas dapat berkumpul untuk meraih tujuan yang sama, sharing permasalah baik permasalah pribadi maupun kelompok. Areal ini dapat berupa ruang dalam dunia nyata (Real Space) ataupun dunia maya (Virtual Space). Real space dapat berupa taman-taman, sekolah, gedung-gedung bersama, Gym dll. Sedangkan virtual space dapat berupa grup-grup Facebook, WhatsApp, LINE dll. 

Jika diambil contoh dalam sebuah grup Bahasa Inggris di Facebook, semua orang yang berada didalam grup itu bisa dikatakan memiliki satu tujuan sama, yaitu belajar bahasa inggris (tanpa menghitung beberapa orang yang bertujuan untuk berjualan atau tujuan lain yang tidak diungkapkan). Di dalam grup ini nantinya akan dibahas materi-materi yang dipelajari. Selain itu, admin (ataupun pengurus) grup biasanya akan bertanya tentang hal apa yang menjadi permasalahan anggota grup, seperti pada bagian mana seorang anggota grup masih sangat kurang dalam memahami materi. Selanjutnya pengurus grup bisa memberikan solusi. 

Jika pengurus tidak mampu, maka pengurus tersebut bisa melemparnya ke semua member untuk didiskusikan bersama. Contoh lain, pada taman-taman kota ataupun tempat wisata. areal taman ini tentu saja fungsi utamanya adalah sebagai tempat untuk refreshing, sebagai tempat mendapatkan relaxation setelah melewati pekerjaan yang cukup membebani pikiran, atau juga sebagai tempat untuk berkumpul bersama keluarga. Jadi, dapat dikatakan bahwa ruang publik mempunyai ‘tugas’ untuk menampung dan memberi tempat pada semua kepentingan publik. 

Ruang Publik Tradisional

Tradisi atau kebiasaan  adalah sebuah bentuk perbuatan yang dilakukan berulang-ulang dengan cara yang sama. Hal ini juga menunjukkan bahwa orang tersebut menyukai perbuatan itu. Jika kebiasaan sudah diterima oleh masyarakat dan dilakukan secara berulang, maka segala tindakan yang bertentangan dengan kebiasaan akan dirasakan sebagai perbuatan yang melanggar hukum.

Jadi ruang publik tradisional adalah sebuah area atau tempat dimana suatu masyarakat baik atau sebuah komunitas dapat berkumpul untuk mendapatkan tujuan yang sama dengan menggunakan kebiasaan yang lama dan menjadi bagian dari kehidupan suatu kelompok masyarakat.

Contoh ruang publik tradisional yaitu jalan, pedestrian, taman lingkungan, plaza, taman kota, dan taman rekreasi.

Ruang Publik Digital Dalam Masalah Internet dan Ponsel

Dilihat dari pengertiannya, digital berasal dari kata Digitus, dalam bahasa Yunani berarti jari jemari. Apabila kita hitung jari jemari orang dewasa, maka berjumlah sepuluh (10). Nilai sepuluh tersebut terdiri dari 2 radix, yaitu 1 dan 0, oleh karena itu Digital merupakan penggambaran dari suatu keadaan bilangan yang terdiri dari angka 0 dan 1 atau off dan on (bilangan biner). Semua sistem komputer menggunakan sistem digital sebagai basis datanya. Dapat disebut juga dengan istilah Bit (Binary Digit).

Kemudian, Internet (portmanteau dari interconnected network) adalah sistem jaringan komputer yang saling terhubung secara global dengan menggunakan paket protokol internet (TCP/IP) untuk menghubungkan perangkat di seluruh dunia. Ini adalah jaringan dari jaringan yang terdiri dari jaringan privat, publik, akademik, bisnis, dan pemerintah lokal ke lingkup global, dihubungkan oleh beragam teknologi elektronik, nirkabel, dan jaringan optik. Internet membawa beragam sumber daya dan layanan informasi, seperti dokumen hiperteks yang saling terkait dan aplikasi World Wide Web (WWW), surat elektronik, telepon, dan berbagi berkas.

Dan, Telepon genggam atau telepon seluler (disingkat ponsel) atau handphone (disingkat HP) adalah perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar yang sama dengan telepon konvensional saluran tetap, tetapi dapat dibawa ke mana-mana (bahasa Inggris: portable atau mobile) dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan kabel (jadi komunikasi nirkabel, bahasa Inggris: wireless communication). 

Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa ruang publik digital dalam masalah internet dan ponsel adalah merupakan sebuah tempat dimana suatu masyarakat atau komunitas dapat berkumpul untuk meraih tujuan yang sama, dengan memanfaatkan sebuah layanan internet dengan menggunakan ponsel agar dapat lebih mudah tanpa harus mendatangi lawan komunikasi kita yang jauh.

Contohnya seperti media social; group Facebook, Line, WhatsApp, Instagram dan media social lainnya.

Electronic Votes In Haiti

Haiti telah berjuang sejak 1986 untuk menegakkan demokrasi. Indonesia menghadapi kendala yang semakin besar untuk dapat menyelenggarakan pemilu yang andal. Akibatnya adalah ketidakstabilan politik, sosial dan ekonomi. Pemilu merepresentasikan beban ekonomi Haiti. Biaya pemilu naik dari kurang dari $ US13 juta pada tahun 1990 menjadi $ US66 juta pada tahun 2015, meningkat 407% dalam 25 tahun. Selain itu, partisipasi pemilih terus menurun, dengan kurang dari 25% peserta pemilu Oktober 2016. Kekhawatiran dari janji pemilu yang tidak terpenuhi, kecurangan yang berulang dan ketidakberesan dalam proses dan sistem pemungutan suara, serta masalah tata kelola adalah beberapa faktor yang harus diperhatikan.

Untuk mengatasi masalah tersebut terciptalah e-voting atau mesin pemungutan suara elektronik yang akan dihubungkan ke server regional atau nasional melalui internet. Mesin akan dikonfigurasi dengan sistem verifikasi ganda menggunakan nomor ID pemilih dan sidik jari, sehingga membatasi suara curang dan penyimpangan lainnya. Setelah pemungutan suara, pemilih akan menerima tanda terima / surat suara. Sistem verifikasi ganda dapat memberikan penyangga tambahan untuk mengurangi risiko penyimpangan dan penipuan dengan menempatkan mekanisme untuk memverifikasi dan menghitung suara. Beralih dari sistem pemungutan suara saat ini ke sistem pemungutan suara elektronik dapat mengurangi anggaran pemilu sekitar $ 18 juta.

Manfaat dari penggunaan e-voting antara lain:

  • Penghematan waktu
  • Uang yang dihemat dari peralihan dari voting kertas
  • Partisipasi pemilih yang lebih besar
  • Pemilu putaran kedua yang lebih efisien
  • Mengurangi biaya

E-voting akan menghemat sekitar US $ 18 juta dalam pengeluaran, kemungkinan mengurangi ketergantungan pada bantuan luar negeri. Ini akan menghilangkan pengeluaran untuk pencetakan surat suara (US $ 13 juta), serta pengelolaan pusat tabulasi (US $ 4 juta). Dan ini akan menghasilkan keuntungan senilai US $ 6 juta hanya dengan mempersingkat waktu dengan berbagai tahapan proses pemilihan. Dan itu akan meningkatkan partisipasi pemilih.

Sistem pemungutan suara elektronik cek ganda untuk Haiti akan menelan biaya sekitar US $ 17 juta. Uang ini akan digunakan untuk membeli 10.950 mesin pemungutan suara, bersama dengan komputer, perangkat keras dan perangkat lunak lainnya, dan memastikan ada cukup personel terlatih untuk mengoperasikan sistem tersebut. Manfaat penerapan sistem pemungutan suara elektronik akan 5,3 kali lebih tinggi daripada biayanya.


Sumber :

https://id.wikipedia.org/wiki/Ruang_publik
https://id.wikipedia.org/wiki/Tradisi
https://id.wikipedia.org/wiki/Digital
https://id.wikipedia.org/wiki/Internet
https://id.wikipedia.org/wiki/Telepon_genggam
https://www.copenhagenconsensus.com/publication/haiti-priorise-electronic-voting-chery




Nama : Alpan Nopebriyansyah
NPM : 50419576
Kelas : 2IA13


Share:

0 komentar:

Popular Posts

Mengenai Saya

Foto saya
Seseorang yang yakin bisa menggapai tujuan dan cita citanya dengan terus belajar dan berani memulai, karena tidak ada cara yang mudah untuk meraih kesuksesan selain bekerja keras dan tetap semangat dalam menggapainya.
Diberdayakan oleh Blogger.