Kesimpulan Materi Implementasi Artificial Intelligence di Bidang Pendidikan

Berikut adalah kesimpulan yang saya dapatkan dari materi tentang Demokrasi di Era Digital :

Istilah artificial intelligence (AI) digunakan pertama kali pada tahun 1956 oleh John McCharty dari MIT (Massachusetts Institute of Technology). Menurut John McCarthy mengenai apa itu artificial intelligence atau kecerdasan buatan yang dimaksud di sini merupakan proses memodelkan cara berpikir manusia dan mendesain suatu mesin agar dapat berperilaku layaknya manusia. Dan Kelakuan cerdas menurut Alan Turing didefenisikan sebagai kemampuan untuk mencapai performasi yang sama atau lebih dari performasi manusia pada umumnya dalam cognitive tasks (tugas-tugas yang membutuhkan pemahaman akan tugas tersebut).

AI sendiri berkerja dengan cara menggabungkan adanya sejumlah data, pengolahan yang berulang, serta algoritma cerdas. Hal ini justru memungkinkan perangkat lunak supaya dapat belajar dengan cara otomatis dari pola atau fitur yang ada dalam data. Ai juga bisa dikatakan sebuah bidang studi yang amat sangat luas. Cakupan teori, metode, teknologi dan sub bidang yang ada pada AI sangatlah banyak meliputi pembelajaraan mesin, jaringan neural, komputasi kognitif, visi komputer, kemudian pemprosesan bahasa secara ilmiah.

Adapun contoh beberapa robot dengan artificial intelligence yang digunakan dalam bidang
pendidikan yaitu :

1. Microbot memiliki 2 jenis ribot masing-masing Microbot Minimower
serta Microbot Teachmower.
2. Robot Hero-01 adalah robot yang diciptakan oleh Heath/Zenith dan bisa bergerak serta
dirancang secara khusus demi membantu mempelajari robot industri. Terdapat sejumlah sensor
yang ada pada Hero-01.
3. Rhino Robot XR-2 System Robot yang telah dibuat oleh Rhino Inc.

Perkembangan teknologi AI semakin pesat di era globalisasi saat ini, dan tidak bisa dihindari lagi
dan sangat berpengaruh terhadap dunia pendidikan. Tuntunan global menunut dunia pendidikan
untuk selalu dan menyesuaikan perkembangan teknologi terhadap peningkatan mutu pendidikan
terutama penyesuaian teknologi informasi dan komunikasi terhadap dunia pendidikan khususnya
di dalam proses pembelajaran. 

Menurut H. Hamzah B.uno san Hj. Nina Lametenggo, (2011, 61)
dalam budiman (2017). Mengatakan bahwa kecenderungan pendidikan di indonesia di masa
mendatang sebagai berikut:
1. Berkembangnya pendidikan terbuka dengan modus belajar jarak jauh (distance
learning).
2. Sharing resource bersama antar pendidikan/latihan dalam sebuah jaringan perpustakaan
dan istrumen pendiikan lainnya (guru, laboraturiom) berubah fungsi menjadi sumber informasi
dari pada sekedar rak buku.
3. Dapat menghubungkan antar mahasiswa dengan dosennya, melihat nilai mahasiswa secara online,
mengecek keuangan, melihat jadwal kuliah, mengirimkan berkas tugas yang diberikan dosen dan
sebagainnya.

Adapun yang dapat AI lakukan di bidang pendidikan adalah :
1. Pembelajaran yang lebih cerdas Pembelajaran dalam sistem AI ini merupakan pembelajaran yang dipersonalisasi sehinggga
meningkatkan pengalaman belajar siswa. 
2. Indentifikasi bila siswa tidak mengerti Kecerdasan AI bisa mengidenifikasi konsep seperti
apa yang tidak dipahami oleh siswa.
3. Menilai tugas Manfaat lain dari program AI yaitu menilai kedua pilihan ganda dan
pertanyaan dengan jawaban singkat.

Salah satu manfaat AI adalah terjadi pada masa pandemi sekarang ini adalah biasanya pembelajaraan dilakukan di dalam gedung kini bertansformasi ke dunia maya, tanpa harus bertemu dengan guru dan dilakukan secara daring yang bisa diakses dimanpun dan kapanpun. Hal ini bermanfaat agar pembelajaran akan terus tetap berlanjut tanpa beresiko terpapar dengan Covid19. Beberapa perusahaan teknologi telah menerapkan AI di antaranya Amazon, Microsoft, UNESCO hingga Google dan Pendiri Microsoft, Bill Gates juga merekomendasikan pemanfataan menggunakan AI di bidang pendidikan. Bahkan Bill Gates mengatakan bahkan AI akan memperbaiki pendidikan dalam banyak hal.




Nama : Alpan Nopebriyansyah
NPM : 50419576
Kelas : 2IA13


Share:

Ruang Publik dan Electronic Votes in Haiti

Ruang Publik 

Ruang publik adalah Areal atau tempat dimana suatu masyarakat atau komunitas dapat berkumpul untuk meraih tujuan yang sama, sharing permasalah baik permasalah pribadi maupun kelompok. Areal ini dapat berupa ruang dalam dunia nyata (Real Space) ataupun dunia maya (Virtual Space). Real space dapat berupa taman-taman, sekolah, gedung-gedung bersama, Gym dll. Sedangkan virtual space dapat berupa grup-grup Facebook, WhatsApp, LINE dll. 

Jika diambil contoh dalam sebuah grup Bahasa Inggris di Facebook, semua orang yang berada didalam grup itu bisa dikatakan memiliki satu tujuan sama, yaitu belajar bahasa inggris (tanpa menghitung beberapa orang yang bertujuan untuk berjualan atau tujuan lain yang tidak diungkapkan). Di dalam grup ini nantinya akan dibahas materi-materi yang dipelajari. Selain itu, admin (ataupun pengurus) grup biasanya akan bertanya tentang hal apa yang menjadi permasalahan anggota grup, seperti pada bagian mana seorang anggota grup masih sangat kurang dalam memahami materi. Selanjutnya pengurus grup bisa memberikan solusi. 

Jika pengurus tidak mampu, maka pengurus tersebut bisa melemparnya ke semua member untuk didiskusikan bersama. Contoh lain, pada taman-taman kota ataupun tempat wisata. areal taman ini tentu saja fungsi utamanya adalah sebagai tempat untuk refreshing, sebagai tempat mendapatkan relaxation setelah melewati pekerjaan yang cukup membebani pikiran, atau juga sebagai tempat untuk berkumpul bersama keluarga. Jadi, dapat dikatakan bahwa ruang publik mempunyai ‘tugas’ untuk menampung dan memberi tempat pada semua kepentingan publik. 

Ruang Publik Tradisional

Tradisi atau kebiasaan  adalah sebuah bentuk perbuatan yang dilakukan berulang-ulang dengan cara yang sama. Hal ini juga menunjukkan bahwa orang tersebut menyukai perbuatan itu. Jika kebiasaan sudah diterima oleh masyarakat dan dilakukan secara berulang, maka segala tindakan yang bertentangan dengan kebiasaan akan dirasakan sebagai perbuatan yang melanggar hukum.

Jadi ruang publik tradisional adalah sebuah area atau tempat dimana suatu masyarakat baik atau sebuah komunitas dapat berkumpul untuk mendapatkan tujuan yang sama dengan menggunakan kebiasaan yang lama dan menjadi bagian dari kehidupan suatu kelompok masyarakat.

Contoh ruang publik tradisional yaitu jalan, pedestrian, taman lingkungan, plaza, taman kota, dan taman rekreasi.

Ruang Publik Digital Dalam Masalah Internet dan Ponsel

Dilihat dari pengertiannya, digital berasal dari kata Digitus, dalam bahasa Yunani berarti jari jemari. Apabila kita hitung jari jemari orang dewasa, maka berjumlah sepuluh (10). Nilai sepuluh tersebut terdiri dari 2 radix, yaitu 1 dan 0, oleh karena itu Digital merupakan penggambaran dari suatu keadaan bilangan yang terdiri dari angka 0 dan 1 atau off dan on (bilangan biner). Semua sistem komputer menggunakan sistem digital sebagai basis datanya. Dapat disebut juga dengan istilah Bit (Binary Digit).

Kemudian, Internet (portmanteau dari interconnected network) adalah sistem jaringan komputer yang saling terhubung secara global dengan menggunakan paket protokol internet (TCP/IP) untuk menghubungkan perangkat di seluruh dunia. Ini adalah jaringan dari jaringan yang terdiri dari jaringan privat, publik, akademik, bisnis, dan pemerintah lokal ke lingkup global, dihubungkan oleh beragam teknologi elektronik, nirkabel, dan jaringan optik. Internet membawa beragam sumber daya dan layanan informasi, seperti dokumen hiperteks yang saling terkait dan aplikasi World Wide Web (WWW), surat elektronik, telepon, dan berbagi berkas.

Dan, Telepon genggam atau telepon seluler (disingkat ponsel) atau handphone (disingkat HP) adalah perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar yang sama dengan telepon konvensional saluran tetap, tetapi dapat dibawa ke mana-mana (bahasa Inggris: portable atau mobile) dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan kabel (jadi komunikasi nirkabel, bahasa Inggris: wireless communication). 

Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa ruang publik digital dalam masalah internet dan ponsel adalah merupakan sebuah tempat dimana suatu masyarakat atau komunitas dapat berkumpul untuk meraih tujuan yang sama, dengan memanfaatkan sebuah layanan internet dengan menggunakan ponsel agar dapat lebih mudah tanpa harus mendatangi lawan komunikasi kita yang jauh.

Contohnya seperti media social; group Facebook, Line, WhatsApp, Instagram dan media social lainnya.

Electronic Votes In Haiti

Haiti telah berjuang sejak 1986 untuk menegakkan demokrasi. Indonesia menghadapi kendala yang semakin besar untuk dapat menyelenggarakan pemilu yang andal. Akibatnya adalah ketidakstabilan politik, sosial dan ekonomi. Pemilu merepresentasikan beban ekonomi Haiti. Biaya pemilu naik dari kurang dari $ US13 juta pada tahun 1990 menjadi $ US66 juta pada tahun 2015, meningkat 407% dalam 25 tahun. Selain itu, partisipasi pemilih terus menurun, dengan kurang dari 25% peserta pemilu Oktober 2016. Kekhawatiran dari janji pemilu yang tidak terpenuhi, kecurangan yang berulang dan ketidakberesan dalam proses dan sistem pemungutan suara, serta masalah tata kelola adalah beberapa faktor yang harus diperhatikan.

Untuk mengatasi masalah tersebut terciptalah e-voting atau mesin pemungutan suara elektronik yang akan dihubungkan ke server regional atau nasional melalui internet. Mesin akan dikonfigurasi dengan sistem verifikasi ganda menggunakan nomor ID pemilih dan sidik jari, sehingga membatasi suara curang dan penyimpangan lainnya. Setelah pemungutan suara, pemilih akan menerima tanda terima / surat suara. Sistem verifikasi ganda dapat memberikan penyangga tambahan untuk mengurangi risiko penyimpangan dan penipuan dengan menempatkan mekanisme untuk memverifikasi dan menghitung suara. Beralih dari sistem pemungutan suara saat ini ke sistem pemungutan suara elektronik dapat mengurangi anggaran pemilu sekitar $ 18 juta.

Manfaat dari penggunaan e-voting antara lain:

  • Penghematan waktu
  • Uang yang dihemat dari peralihan dari voting kertas
  • Partisipasi pemilih yang lebih besar
  • Pemilu putaran kedua yang lebih efisien
  • Mengurangi biaya

E-voting akan menghemat sekitar US $ 18 juta dalam pengeluaran, kemungkinan mengurangi ketergantungan pada bantuan luar negeri. Ini akan menghilangkan pengeluaran untuk pencetakan surat suara (US $ 13 juta), serta pengelolaan pusat tabulasi (US $ 4 juta). Dan ini akan menghasilkan keuntungan senilai US $ 6 juta hanya dengan mempersingkat waktu dengan berbagai tahapan proses pemilihan. Dan itu akan meningkatkan partisipasi pemilih.

Sistem pemungutan suara elektronik cek ganda untuk Haiti akan menelan biaya sekitar US $ 17 juta. Uang ini akan digunakan untuk membeli 10.950 mesin pemungutan suara, bersama dengan komputer, perangkat keras dan perangkat lunak lainnya, dan memastikan ada cukup personel terlatih untuk mengoperasikan sistem tersebut. Manfaat penerapan sistem pemungutan suara elektronik akan 5,3 kali lebih tinggi daripada biayanya.


Sumber :

https://id.wikipedia.org/wiki/Ruang_publik
https://id.wikipedia.org/wiki/Tradisi
https://id.wikipedia.org/wiki/Digital
https://id.wikipedia.org/wiki/Internet
https://id.wikipedia.org/wiki/Telepon_genggam
https://www.copenhagenconsensus.com/publication/haiti-priorise-electronic-voting-chery




Nama : Alpan Nopebriyansyah
NPM : 50419576
Kelas : 2IA13


Share:

Kesimpulan Materi Demokrasi di Era Digital

Berikut adalah kesimpulan yang saya dapatkan dari materi tentang Demokrasi di Era Digital :

Pengertian Demokrasi di Era Digital

Digitalisasi demokrasi merupakan arena baru dinamika politik; sarana baru bagi warga negara menginterupsi pemerintah, wahana baru bagi aktivis menggalang aspirasi, media sosialisasi program pemerintah, alat kampanye partai politik, meja pendaftaran calon pekerja bagi perusahaan bahkan tempat pasang iklan para dukun yang menyediakan jasa santet maupun pemenangan pemilu. Demokrasi di era digital berarti orang dapat berpendapat bebas di sebuah media informasi. 

Akibatnya, demokrasi di Indonesia layaknya reality show saling adu foto ibadah, saling adu kegantengan, saling adu cerita keluarga, saling adu kisah cinta, saling adu kisah sedih dan rakyat hanya jadi penonton dengan berbagai komentar di Twitter, Facebook, Path, Instagram untuk para “artis politik” di panggung demokrasi. Semua hanya soal citra diri bukan berdebat soal ideologi apalagi mengkoreksi atau menguji konsep implementasi visi-misi menata NKRI.

Meskipun digitalisasi demokrasi sudah menunjukan kemungkinan intervensi politik dari berbagai gejala dan peristiwa, wajah demokrasi di masa depan tetap ditentukan oleh hasil dialektika warga negara dengan negara. Bisa jadi, negara akan membajak ruang partisipasi digital dan tidak menutup kemungkinan ternyata warga negara hanya tetap menjadi komentator yang bersembunyi dibalik keyboard komputer.

Konsep Demokrasi Digital

Pada zaman elektronik, konsep virtual mempunyai banyak arti. Selain dalam arti seperti tersebut di atas, dunia virtual juga sering disebut sebagai sebagai dunia simulasi; seperti yang dihadirkan oleh sinema atau komputer grafik. Ada pandangan lainnya yang mensejajarkannya dengan ruang saiber atau internet.

Ada juga yang memahami dunia virtual sebagai informasi (teks) dan imagi yang dihadirkan oleh media (televisi, majalah atau koran), yang virtual dalam konteks ini merupakan (re)- presentasi dari dunia aktual. 

Ruang ini secara etis dan politis memang kacau balau, tapi tak dapat dimungkiri di sinilah kita mengerti secara tentatif apa itu kebebasan – dalam arti anarki atau kebebasan absolut. Kebebasan dikatakan ada dalam ruang cyber karena memang dalam ruang ini tak ada relasi kekuasaan yang menentukan sesuatu secara etis, estetis dan politis.

Fungsi Media Massa

McQuail mengemukakan fungsi-fungsi media massa sebagai pemberi informasi, pemberi identitas pribadi, sarana intergrasi dan interaksi sosial dan sebagai sarana hiburan (Denis McQuail, 2000).

  • Media masa berfungsi sebagai pemberi informasi identitas pribadi khalayak. 
  • Selain berfungsi sebagai pemberi identitas pribadi, media massa juga berfungsi sebagai model perilaku. 
  • Media massa juga berfungsi sebagai sarana untuk mengidentifikasikan diri dengan nilai-nilai lain (dalam media). 
  • Fungsi lain media massa sebagai pemberi identitas, dimana media merupakan sarana untuk meningkatkan pemahaman mengenai diri sendiri. Untuk melihat serta menilai siapa, apa dan bagaimana diri kita, pada umumnya dibutuhkan pihak lain. 
  • Fungsi media massa sebagai hiburan. Berkaitan dengan itu media massa menjalankan fungsinya sebagai pelepas khalayak dari masalah yang sedang dihadapi. 
  • Media massa juga dapat berfungsi sebagai pengisi waktu, dimana ini juga termasuk fungsi media massa sebagai sarana hiburan bagi khalayak.

Berdasarkan fungsi-fungsi media massa yang telah dijelaskan sebelumnya, maka dapat dikatakan pula bahwa media massa memiliki peran di dalam menciptakan apa yang disebut dengan daya tarik seks (sex appeal).

Media Digital Tradisional

Media tradisional dikenal juga sebagai media rakyat. Dalam pengertian yang lebih sempit, media ini sering juga disebut sebagai kesenian rakyat. Dalam hubungan ini Coseteng dan Nemenzo (dalam Jahi, 1988) mendefinisikan media tradisional sebagai bentuk-bentuk verbal, gerakan, lisan dan visual yang dikenal atau diakrabi rakyat, diterima oleh mereka, dan diperdengarkan atau dipertunjukkan oleh dan/atau untuk mereka dengan maksud menghibur, memaklumkan, menjelaskan, mengajar, dan mendidik.

Ragam Media Tradisional : 

  1. Cerita prosa rakyat (mite, legenda, dongeng); 
  2. Ungkapan rakyat (peribahasa, pemeo, pepatah); 
  3. Puisi rakyat; 
  4. Nyayian rakyat; 
  5. Teater rakyat; 
  6. Gerak isyarat (memicingkan mata tanda cinta);
  7. Alat pengingat (mengirim sisrih berarti meminang); dan 
  8. Alat bunyi-bunyian (kentongan, gong, bedug dan lain-lain).

Fungsi Media Tradisional : 

  1. Sebagai sistem proyeksi  
  2. Sebagai penguat adat masyarakat 
  3. Sebagai alat pendidik 
  4. Sebagai alat paksaan dan pengendalian sosial agar norma-norma masyarakat dipatuhi

Media Digital Modern

Media digital modern merupakan bentuk media elektronik yang menyimpan data dalam wujud digital, bukan analog. Pengertian dari media digital dapat mengacu kepada aspek teknis (misalnya harddisk sebagai media penyimpan digital) dan aspek transmisi (misalnya jaringan komputer untuk penyebaran informasi digital), namun dapat juga mengacu kepada produk akhirnya seperti video digital, audio digital, tanda tangan digital serta seni digital. 

Contoh contoh Media Digital Modern : 

  1. Youtube.com 
  2. Vidio.com 
  3. Facebook.com
  4. Twitter.com 

Fungsi : 

  1. Mendapatkan Informasi terkini 
  2. Mencari ilmu 
  3. Mencari hiburan

Contoh Kasus : Elektronik Votes In Haiti

Indonesia memasuki sebuah terobosan baru dalam dunia informasi dan komunikasi. Indonesia merupakan negara berkembang yang mulai memanfaatkan media informasi dan komunikasi khususnya intrernet sebagai media komunikasi, transaksi elektronik dan lain sebagainya. Maka dari itu dibuatlah undang-undang No.11 tahun 2008 pada tanggal 25 Maret 2008. Undang – undang ini berfungsi untuk menjawab permasalahan hukum yang seringkali dihadapi, diantaranya penyampaian informasi, komunikasi dan transaksi secara elektronik.




Nama : Alpan Nopebriyansyah
NPM : 50419576
Kelas : 2IA13



Share:

Komunikasi Mobile Digital, CMC & Demokrasi Digital

 1. Komunikasi Mobile Digital

Komunikasi mobile artinya siapa saja bisa berkomunikasi kapan pun dan dimanapun dengan jaringan komunikasi yang selalu ada dan seolah-olah ikut ‘bergerak’ bersama  pemakainya kemanapun.  Jaringan komunikasi mobile ini hanya bisa dilakukan dengan didukung oleh perangkat komunikasi mobile, yaitu handphone, smartphone yang kini sudah merupakan kebutuhan utama masyarakat dalam komunikasi.  

Sistem komunikasi bergerak itu ditujukan untuk memenuhi kebutuhan komunikasi mobile.  Dengan daerah pelayanan yang luas maka penggunanya dibagi menjadi cakupan yang lebih kecil yaitu cell. Telepon genggam yang dulu hanya terbatas untuk mengirim sms dan melakukan panggilan dimana saja, maka sekarang berkembang menjadi handphone yang lebih canggih dan pintar disebut smartphone.

Contoh fitur Online Mobile Service membuktikan bahwa teknologi komunikasi mobile cenderung dimanfaatkan sebagai sarana untuk akses internet. Dengan kecanggihan teknologi broadband yang sudah tertanam dalam smartphone masa kini, kita bisa menggunakan akses internet dimana saja, kapan saja.

Generasi telekomunikasi mengalami perkembangan dari 1G hingga 4G :

Generasi 1G ditandai denga adanya pengembangan sistem analog berkecepatan rendah yaitu teknologi AMPS (Advanced Mobile Phone System) dengan band frekuensi 800 Mhz . Tidak boleh ada 2 pengguna yang menggunakan kanal sama baik dalam 1 sel maupun dalam sel tetangganya. Handphone yang ada berukuran besar dan membutuhkan daya besar.

Generasi 2G (GSM dan CDMA) yang menggeser teknologi AMPS. GSM yang merupakan penggabungan antara FDMA dan TDMA. Sedangkan pada CDMA terdapat kode tertentu untuk membedakan pengguna pada frekuensi yang sama.Generasi 2,5 G adalah generasi yang ditandai dengan adanya GPRS dan pemakaian EDGE.

Generasi 3G merupakan generasi ketiga berkecepatan tinggi.  Ditandai dengan kemunculan teknologi UMTS (Universal Mobile Telecommunication Service) yang bertujuan untuk memberikan kecepatan akses data lebih baik dibanding GPRS – EDGE – GSM. Generasi 3.5 G ditandai dengan munculnya teknologi untuk mengakses internet yang lebih cepat yaitu HSDPA (High Speed Downlink Packet Access).

Generasi 4G ditandai dengan layanan akses internet yang lebih lengkap dengan basis Internet Protocol dan adanya pengembangan WiFi dan WiMax.

Manfaat komunikasi mobile bagi personal yaitu semakin mempermudah kita untuk berkomunikasi. Tidak hanya melalui pesan singkat atau panggilan saja tetapi juga bisa mengirimkan data berupa audio dan visual dengan lebih baik. Komunikasi mobile juga semakin mempermudah masyarakat untuk memperoleh informasi yang cepat berkat akses internet di tangan. 

2. Computer Mediated Communication (CMC)

Komunikasi yang dimediasi komputer ( CMC ) didefinisikan sebagai komunikasi manusia yang terjadi melalui penggunaan dua atau lebih perangkat elektronik . Meskipun istilah ini secara tradisional merujuk pada komunikasi yang terjadi melalui format yang dimediasi komputer (misalnya, pesan instan , email , ruang obrolan , forum online , layanan jejaring sosial ), istilah ini juga telah diterapkan pada bentuk lain berbasis teks. interaksi seperti pesan teks . Penelitian tentang CMC sebagian besar berfokus pada efek sosial dari berbagai teknologi komunikasi yang didukung komputer (Wikipedia, CMC).

Computer Mediated Communication (CMC) adalah istilah yang digunakan untuk melakukan komunikasi antar dua orang atau lebih yang dapat saling berinteraksi melalui komputer yang berbeda. Atau proses manusia berkomunikasi dengan via komputer, dengan melibatkan seseorang, dalam situasi konteks tertentu, dengan terlibat dalam proses untuk membentuk media sebagai tujuan

Contoh penerapan teori CMC dalam komunikasi untuk kehidupan sehari-hari salah satunya adalah penggunaan media sosial Facebook yang banyak digunakan oleh hampir seluruh penduduk dunia.

Facebook salah satu situs jejaring sosial yang didirikan oleh Mark Zuckerberg, seorang mahasiswa Harvard kelahiran 14 Mei 1984 dan merupakan mantan murid Ardsley High School. Pada awal masa kuliahnya, situs web yang berupa jejaring sosial ini, keanggotaannya masih dibatasi hanya untuk mahasiswa dari Harvard College.

Dalam dua bulan selanjutnya, keanggotaannya diperluas ke sekolah lain di wilayah Boston (Boston College, Universitas Boston, MIT, Tufts), Rochester, Stanford, NYU, Northwestern, dan semua sekolah yang termasuk dalam Ivy League.

Banyak perguruan tinggi lain yang selanjutnya ditambahkan berturut-turut secara bertahap dalam kurun waktu satu tahun setelah peluncurannya. Akhirnya, perlahan orang-orang pun yang telah memiliki alamat surat elektronik suatu universitas (seperti: .edu, .ac, .uk, dll) dari seluruh penjuru dunia dapat juga bergabung dengan situs jejaring sosial ini.

3. Demokrasi Digital

Demokrasi digital merupakan bentuk persilangan antara demokrasi dengan digitalisasi, utamanya terjadi di era Revolusi Industri 4.0 saat ini. Jadi, Demokrasi digital adalah bentuk demokrasi yang dilakukan melalui media teknologi digital. 

Berkat kemajuan teknologi digital, proses demokrasi konvensional semakin banyak terdisrupsi. Salah satunya terkait pola relasi antarwarga negara serta antara pemerintah dengan warga negara. Demokrasi digital membuka peluang untuk mengembalikan hakikat demokrasi menjadi lebih populis, dari yang sebelumnya bersifat terlalu elitis dan teknokratis.

Ruang publik virtual (cyberspace) adalah salah satu produk dari gelombang teknologi digital. Cyberspace dapat menjadi arena baru dalam proses demokrasi digital di zaman kontomporer sekarang. Pada abad ke-18, masyarakat menempatkan tischgesellschaften (Jerman), coffee house (Inggris), salons (Prancis), dan ruang publik ‘’fisik’’ lain sebagai arena untuk melakukan diskusi publik.

Kini di era konvergensi media dan digitalisasi, internet menjadi ruang publik baru bagi diskusi warga dalam merespons bermacam realitas dan fenomena yang sedang aktual di tengah-tengah masyarakat.

Pemanfaatan cyberspace sebagai arena diskursif dalam praktik demokrasi sejatinya telah cukup banyak dilaksanakan di beberapa negara. Seperti misalnya, dalam bentuk jajak pendapat deliberatif (deliberative polling) yang digagas oleh Prof. James Fishkin dari Universitas Standford. Deliberative polling yang dilakukan secara online pernah diterapkan di Polandia, Korea Selatan, Inggris, Brazil, dan beberapa negara lain. Di samping itu, cyberspace juga dimanfaatkan untuk kepentingan petisi daring dan kampanye urun dana digital (digital crowfunding) bagi pemerintah.


Sumber :

https://wearecomeone.wordpress.com/2015/04/22/perkembangan-dan-manfaat-teknologi-komunikasi-mobile/
https://en.wikipedia.org/wiki/Computer-mediated_communication
https://pakarkomunikasi.com/teori-cmc-dalam-komunikasi
https://www.balipost.com/news/2020/02/01/101949/Demokrasi-Digital-dan-Big-Data.html




Nama : Alpan Nopebriyansyah
NPM : 50419576
Kelas : 2IA13



Share:

Konvergensi New Media dan Komunikasi Nomaden

 1. Pengertian Konvergensi New Media

Menurut wikipedia, Konvergensi media adalah penggabungan atau pengintegrasian media-media yang ada untuk digunakan dan diarahkan kedalam satu titik tujuan. Konvergensi media biasanya merujuk pada perkembangan teknologi komunikasi digital yang dimungkinkan dengan adanya konvergensi jaringan.

Konvergensi berasal dari bahasa inggris yaitu "convergence" yang berarti bersatu atau persatuan, sedangkan media adalah sarana penghubung dalam menyampaikan informasi. Secara umum, konvergensi media dapat didefinisikan sebagai penggabungan media massa dengan teknologi digital yang berkembang saat ini. Berbagai jenis media, seperti majalah, koran, radio, televisi digabungkan menjadi satu platform yang sama. Konvergensi media sendiri timbul seiring dengan berkembangnya teknologi, khusunya peralihan teknologi analog ke digital. Internet dengan berbagai macam platformnya telah menjadi gaya hidup baru bagi masyarakat. Konvergensi media mampu menggabungkan ketiga unsur ‘C’ yang terdiri dari computing, communication dan content. 

Dapat disimpulkan bahwa konvergensi media adalah bergabungnya berbagai media seperti radio, televisi, surat kabar dan internet menjadi satu untuk diarahkan ke suatu media tunggal.

Konvergensi media disebabkan karena perkembangan teknologi komunikasi digital terutama internet, jadi selama internet masih terus berkembang tidak menutup kemungkinan bahwa konvergensi media juga berkembang karena internet merupakan media tumbuh dan berkembangnya konvergensi media. Hal ini membawa dampak positif maupun dampak negatif  karena tergantung oleh masing -- masing individu dalam menyikapi perkembangan ini. 

2. Contoh Media Konvergen

Contoh yang mudah kita lihat adalah salah satu produk media konvergen sebagai hasil perkembangan terkini terdapat pada teknologi mobile. Handphone yang sekarang dimiliki semua orang bisa melakukan fungsi kalkulator, juga bisa untuk menonton siaran TV, mendengarkan siaran radio, membaca surat kabar online, menerima dan mengirim e-mail, memotret, merekam suara, merekam gambar video, selain itu tentunya untuk menelepon dan mengirim SMS. Pengombinasian fungsi-fungsi dari beberapa piranti ke dalam satu mekanisme ini disebut juga sebagai konvergensi piranti (device convergence).

3. Komunikasi Nomaden

Menurut wikipedia, Nomaden atau pengembara, adalah berbagai komunitas masyarakat yang memilih hidup berpindah-pindah dari suatu tempat ke tempat lain di padang pasir atau daerah bermusim dingin, daripada menetap di suatu tempat. 

Hal ini sering dilakukan oleh manusia pada zaman Palaeolithikum dan Mesolithikum. Tentunya saat itu alat komunikasi belum secanggih seperti sekarang ini. Sebelum manusia menggunakan bahasa untuk menyampaikan pikiran mereka, manusia pra-aksara menggunakan gerakan sederhana dan serangkaian dengusan untuk berkomunikasi antar sesamanya.

Butuh puluhan ribuan tahun kemudian, manusia mulai menemukan cara baru untuk berkomunikasi, yaitu dengan adanya petroglif, atau ukiran gambar di atas permukaan batu. Baru setelah itu munculnya piktogram, yaitu suatu rangkaian motif yang memiliki arti masing-masing motif yang juga diukir atau dilukis di atas permukaan batu.

4. Contoh Komunikasi Nomaden

a. Cuneiform

Cuneiform atau tulisan Kuneiform merupakan ideogram yang digunakan bangsa Sumeria kuno dalam berkomunikasi. Tulisan ini ditulis pada lempengan tanah liat yang halus (atau disebut juga tablet) dan merupakan tulisan yang paling tua di dunia.

b. Hieroglif

Setelah kemunculan cuneiform di Sumeria, munculah tulisan hieroglif yang banyak digunakan oleh bangsa Mesir Kuno.

c. Sistem Alfabet

Setelah adanya sistem penulisan piktogram ini, Bangsa Fenesia menggunakan sistem alfabet yang tidak lagi menggunakan prinsip piktogram. Tulisan Fenesia ini dianggap sebagai alfabet pertama yang ada.


Sumber :

https://id.wikipedia.org/wiki/Konvergensi_media
https://pakarkomunikasi.com/konvergensi-media
https://id.wikipedia.org/wiki/Nomaden
https://www.slideshare.net/FitraAnnissa07/alat-komunikasi-dan-sejarahnya-serta-alat-komunikasi-di-paris



Nama : Alpan Nopebriyansyah
NPM : 50419576
Kelas : 2IA13


Share:

Popular Posts

Mengenai Saya

Foto saya
Seseorang yang yakin bisa menggapai tujuan dan cita citanya dengan terus belajar dan berani memulai, karena tidak ada cara yang mudah untuk meraih kesuksesan selain bekerja keras dan tetap semangat dalam menggapainya.
Diberdayakan oleh Blogger.