Aplikasi New Media Untuk Mendeteksi Pasien Terpapar Covid 19

Menyebarnya virus corona membuat dunia harus bergerak dengan lebih cepat. Salah satu upaya yang telah dilakukan beberapa negara adalah dengan membuat sebuah alat atau aplikasi yang digunakan untuk mendeteksi penyebaran virus tersebut. Cara kerja aplikasinya yaitu dengan menanyakan kepada orang-orang tentang gejala yang terjadi pada mereka dan memberi panduan apakah mereka sudah tertular Covid-19 atau belum.

Dengan menggunakan aplikasi, penyebaran virus dapat dilakukan tanpa harus bertemu dengan pasien dan sebagai upaya untuk mencegah penyebarannya. Badan Kesehatan Dunia (WHO)  berencana meluncurkan aplikasi untuk memungkinkan orang-orang di negara-negara yang kekurangan sumber daya untuk mengetahui apakah mereka positif Virus Corona COVID-19.

Berikut beberapa aplikasi yang digunakan untuk melacak pasien kasus corona, penyebaran, hingga dapat melihat kondisi kesehatan.

Aplikasi New Media Untuk Mendeteksi Pasien Terpapar Covid 19

1. PeduliLindungi

PeduliLindungi adalah aplikasi yang dikembangkan oleh anak bangsa dan diperkenalkan langsung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika sebagai salah satu upaya untuk meredam wabah virus corona di Indonesia. 

Cara kerjanya mengandalkan partisipasi masyarakat untuk saling membagikan data lokasinya saat bepergian agar penelusuran kontak dengan penderita Covid-19 dapat dilakukan. Aplikasi ini sudah bisa diunduh melalui perangkat Android secara gratis.

2. 10 Rumah Aman

Aplikasi 10 Rumah Aman merupakan sebuah aplikasi hasil kolaborasi KSP dan Kemkominfo. Aplikasi itu dirancang berbasis komunitas agar bisa digunakan masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi wabah Covid-19.

10 Rumah Aman diklaim berbasis teknologi Artificial Intelligence (AI) yang mampu menghubungkan data berbasis peta dan lingkungan sekitar melalui perangkat telepon seluler dan terhubung dengan platform media sosial.

3. TraceTogether

Aplikasi TraceTogether dikembangkan oleh Singapura yang fungsinya mengidentifikasi orang-orang yang mungkin terpapar corona. Aplikasi ini bekerja dengan memanfaatkan sinyal Bluetooth yang terhubung dari satu ponsel ke ponsel lain dengan jarak maksimal 2 meter.

Saat ada orang terdeteksi terinfeksi corona, pemerintah akan menghubungi warga yang dekat dan meminta untuk menyetorkan data lokasi ponsel ke pemerintah untuk melakukan pelacakan dan interaksi yang pernah dilakukan.

4. Covid Symptom Tracker

Aplikasi hasil ciptaan kolaborasi antara peneliti di King's College London, rumah sakit Guy and St Thomas, dan perusahaan pengetahuan data kesehatan ZOE berharap aplikasi pelacakannya ini bisa dipakai oleh kepentingan negara, terutama di Inggris.

Aplikasi yang bisa membantu melacak persebaran Covid-19 dan mengetahui siapa yang paling besar ada dalam risiko dengan meminta penggunanya untuk meluangkan waktu 1 menit setiap harinya guna melaporkan kondisi kesehatannya, apakah sehat atau tidak.

5. AC19

Pemerintah Iran telah merilis sebuah aplikasi pelacakan bernama AC19 dan meminta jutaan warganya untuk menginstal aplikasi tersebut sebelum pergi ke rumah sakit atau pusat kesehatan.

Aplikasi ini diklaim bisa mendeteksi apakah orang terinfeksi corona atau tidak dalam hitungan detik secara real-time. Aplikasi ini juga akan memberikan referensi apakah warga harus segera pergi ke rumah sakit atau karantina mandiri.

6. Home Quarantine

Aplikasi ciptaan pemerintah Polandia ini ditujukan bagi warganya untuk memastikan orang tetap berada di rumah selama masa karantina selama 14 hari. Cara kerjanya warga polandia harus mengirimkan foto selfie ke aplikasi ini selama 14 hari.

Pemerintah Polandia secara otomatis membuat akun untuk pasien yang harus karantina, termasuk orang yang kembali dari luar negeri. Jika waktu foto selfie tidak diunggah dalam kurun waktu 24 jam, maka polisi akan melakukan kunjungan.

7. Close Contact Detector

Aplikasi ini dikembangkan oleh pihak pemerintah China yang bekerja sama dengan perusahaan China Electronics Technology Group Corp (CETC). Nantinya CETC mengandalkan data dari sejumlah lembaga pemerintah terkait untuk melacak pegerakkan warganya.

China mengklaim aplikasi ini mampu mengindikasikan status kesehatan seseorang sehingga pengguna dapat tahu kondisi seseorang apakah tengah mengidap virus corona atau tidak karena sudah dilacak menggunakan data terlebih dahulu.

8. Digital Dairy

Baru-baru ini pemerintah Selandia Baru meluncurkan aplikasi bernama 'Digital Dairy' untuk melacak pergerakan warganya. Aplikasi itu dilakukan karena Selandia Baru memperlakukan kebijakan lockdown. Aplikasi itu diklaim membantu orang untuk merekam gerakan pribadi mereka. Jika suatu hari dinyatakan positif Covid-19, aplikasi itu akan membantu mengetahui di mana saja berada.

Kementerian Kesehatan Selandia Baru menjalin kerjasama dengan Komite Privasi dan pakar keamanan independen untuk mengembangkan aplikasi tersebut. Sehingga setiap informasi yang diputuskan untuk direkam oleh aplikasi akan disimpan dengan aman di ponsel dan dihapus secara otomatis setelah 31 hari.

9. COVIDSafe

Pemerintah Australia meluncurkan aplikassi COVIDSafe agar masyarakat bisa mengetahui ketika berada dekat dengan orang yang terinfeksi Covid-19. Melansir CNN, aplikasi itu seperti PeduliLindingi menggunakan sinyal Bluetooth untuk melacak ketika orang dekat dengan pengguna aplikasi lain.

Aplikasi itu dikliam tidak memiliki kemampuan geologokasi untuk secara mendeteksi pergerakan pengguna aplikasi. Sejak diluncurkan, aplikasi COVIDSave telah diunduh lebih dari 5 juta warga Austrlia.

Sumber :

https://www.merdeka.com/dunia/who-siap-luncurkan-aplikasi-pendeteksi-gejala-covid-19-dan-pelacakan-kontak-pasien.html
https://www.cnbcindonesia.com/tech/20200407142610-37-150327/6-aplikasi-ini-bisa-tracing-persebaran-virus-corona
https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20200520144819-185-505375/aplikasi-deteksi-corona-berbagai-negara-di-era-new-normal



Nama : Alpan Nopebriyansyah
NPM : 50419576
Kelas : 2IA13


Share:

Kesimpulan Materi Teknologi New Media Untuk Pendeteksi Virus Covid 19

Berikut adalah kesimpulan yang saya dapatkan dari materi tentang Teknologi New Media Untuk Pendeteksi Virus Covid 19 :

Platform Neurabot bekerja dengan basis artificial neural network dan data mining dari citra CT Scan dan rontgen dari pasien penderita corona. Neurabot, sebuah perusahaan rintisan (startup) yang didirikan Indarto Neura di bidang kesehatan merupakan salah satu yang telah memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligent (AI) untuk melacak tingkat penyebaran virus corona pada pasien yang telah dinyatakan positif terjangkit Covid-19.

Kecerdasan buatan atau artificial intelligent (AI) merupakan bagian dari kemajuan teknologi bidang informasi teknologi yang memanfaatkan ranah digital sebagai dasarnya. Sudah banyak penemuan di bidang teknologi digital yang menggunakan AI sebagai dasarnya. 

Neurabot telah mengembangkan teknologi pendeteksian dini pada hasil pemeriksaan CT Scan paru-paru serta foto polos dada dari hasil rontgen pasien. Platform Neurabot bekerja dengan basis artificial neural network dan data mining dari citra CT Scan dan rontgen.

Melalui penerapan teknologi AI berbasis artificial neural network dan data mining, teknik kecerdasan visual (vision learning), machine learning, dan deep learning digunakan untuk mengolah citra data CT Scan dan rontgen dari pasien dengan tingkat sensitivitas tinggi dan sangat spesifik. 

Namun demikian, teknologi ini belum bisa diterapkan pada orang dengan gejala (ODG) ataupun pasien dalam pengawasan (PDP) karena algoritma AI yang digunakan baru memiliki kemampuan membaca citra lanjutan dari diagnosa paru pasien positif corona. Dalam platform Neurabot, teknologi di atas ditambatkan dengan istilah solusi yang mereka namai “My Lab” dan “AI Lab”. 

Pada solusi My Lab, sebuah laboratorium klinik digital dengan mikroskopik dan radiologi digital memanfaatkan teknologi smart image screening terbaru. Teknologi yang mereka sebut sebagai AI Scan ini bersama komputasi awan (cloud computing) digelar untuk memproses citra medik yang telah didapat dari rekam medis pasien.

Dengan teknologi My Lab ini para penggunanya dimungkinkan untuk melakukan kolaborasi penelitian, olah data dari citra digital serta untuk keperluan penyimpanan data dalam bentuk digital yang lebih lengkap dari pasien. Platform laboratorium digital ini diklaim sebagai yang pertama di Indonesia. Sedangkan AI Lab adalah solusi pengolahan data medik melalui deep learning dalam bentuk informasi prediksi penyakit si pasien.

Aplikasi ini juga akan mengkalkulasi, mengidentifikasi, dan memilah suatu obyek atau kondisi dari virus yang terdapat di tubuh pasien. Ini berguna sebagai landasan bagi penggunanya untuk mengambil keputusan cepat (decision support system) dalam proses diagnosa penyakit.

Dengan adanya teknologi ini, sangat membantu tenaga medis dalam mengatasi pasien yang terdiagnosa positif virus covid. Khususnya membantu tenaga medis untuk memeriksa kondisi tubuh bagian dalam seperti paru paru pasien covid 19 dengan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI).




Nama : Alpan Nopebriyansyah
NPM : 50419576
Kelas : 2IA13


Share:

Peralatan Canggih Dari New Media Dalam Masa Pandemi Covid 19

Wabah virus corona atau COVID-19 sedang merebak di sejumlah negara, dengan jumlah korban terinfeksi yang terus bertambah banyak. Berbagai upaya dilakukan pemerintah setempat untuk menekan jumlah penyebaran virus corona. 

Salah satu negara yang terdepan dalam pengembangan teknologi adalah China. Sekalipun negeri tirai bambu ini menjadi negara yang paling terdampak dari wabah virus COVID-19 ini melanda. 

Kendati teknologi saat ini belum menjadi faktor dominan untuk menghentikan wabah virus Corona. Namun sejumlah alat yang dikembangkan ini diharapkan bisa membantu pemerintah maupun negara untuk meminimalisir virus yang menyerang sistem pernapasan ini.

Peralatan Canggih Dari New Media Dalam Masa Pandemi Covid 19

1. Aplikasi Peta Corona

Sebagai negara pertama, yang mengidentifikasi virus corona. Para pengembang aplikasi di China, langsung bergerak cepat dalam memetakan penyebaran virus bernama lain COVID-19 itu.

Memanfaatkan layanan peta digital, sejumlah raksasa teknologi di China seperti WeChat dan QuantUrban mengembangkan aplikasi peta corona. Aplikasi bernama Coronavirus Pro ini memungkinkan penggunanya untuk memantau sebaran lokasi dan kawasan yang menunjukkan kasus sebaran COVID-19.

2. Robot Dokter

Wabah virus corona membuat interaksi antar manusia menjadi terbatas. Hal ini membuat perusahaan dari Israel untuk menciptakan robot Temi.

Robot ini berguna untuk membantu dokter mendiagnosis pasien COVID-19 dengan jarak yang cukup aman. Tidak hanya untuk membantu dokter, Temi juga dirancang untuk bekerja di bandara, dan rumah perawatan lansia.

Debut robot ini langsung dioperasikan untuk mendeteksi kedatangan karyawan yang bekerja di sejumlah perkantoran di China. Nantinya jika mereka memiliki satu gejala COVID-19 maka akan langsung terdeteksi.

Lainnya, ada BlueDot yakni perusahaan asal Kanada yang menggabungkan keahlian kesehatan masyarakat dan medis dengan analitik data yang canggih dan kecerdasan buatan untuk membangun solusi melacak, mengkontekstualisasikan dan mengantisipasi risiko penyakit menular.

3. Helm Pintar

Bukan hanya melindungi kepala saat berkendara, helm pintar yang satu ini pada dasarnya memiliki fungsi yang sama dengan thermal scanner. Aparat kepolisian di Chengdu, Provinsi Sichuan, China pun menggunakan alat tersebut untuk mendeteksi suhu tubuh warga.

Helm pintar ini diklaim mampu mendeteksi suhu tubuh lebih cepat, yaitu mencapai 100 orang dalam 2 menit saja. Perangkat tersebut juga mampu mendeteksi suhu abnormal secara tepat waktu, akuran dan efektif.

4. Drone

Pemerintah China juga mengoperasikan pesawat tak berawak untuk menyemprotkan cairan disinfektan, di sekitar wilayah kota Wuhan dan Hubei yang dikarantina dari COVID-19. Hingga kini, drone tersebut masih digunakan di provinsi pesisir Jilin, Shandong dan Zheijang.

Dengan menyemprotkan disinfektan tersebut, pemerintah berharap cairan disinfektan itu dapat mencegah penyebaran COVID-19. Meski belum diketahui pasti seberapa efektif cara ini, setidaknya hal itu menjadi alternatif ketimbang berjalan kaki atau dengan truk.

5. Gelang Pintar

Gelang ini dirancang khusus untuk memantau kondisi kesehatan pengguna seperti pengecekan temperatur badan secara langsung atau real-time untuk mengetahui apakah ada gejala demam atau tidak. 

Dengan dukungan sistem Global Positioning System (GPS), artinya gelang ini dapat terintegrasi melalui smartphone yang telah terhubung dengan aplikasi untuk memonitor kondisi kesehatan penggunanya.

6. Thermal Scanner

Sejumlah negara kini telah memasang alat thermal scanner di bandara untuk memantau suhu tubuh pengunjung sebagai salah satu langkah antisipasi guna mendeteksi adanya indikasi virus yang mungkin dibawa oleh penumpang. 

Thermal scanner sendiri merupakan alat untuk mengetahui suhu pada sebuah objek dengan menggunakan teknologi FPA (focal plane array) sebagai detektor yang akan menerima sinyal infra merah. Alat berupa kamera ini nantinya akan mendeteksi suhu dengan menghasilkan output berupa cahaya warna-warni.

Suhu objek yang ditangkap akan menunjukkan warna yang berbeda-beda. Untuk suhu yang lebih dingin dimunculkan dengan warna biru, ungu, dan hijau. Sedangkan suhu yang lebih hangat diberi warna merah, oranye, dan kuning. Di Indonesia, alat ini sudah difungsikan di beberapa bandara maupun pelabuhan.

Sumber :

https://voi.id/teknologi/3502/deretan-teknologi-yang-bisa-mencegah-penyebaran-covid-19
https://tekno.kompas.com/read/2020/06/05/20090037/deretan-teknologi-yang-dipakai-melawan-pandemi-covid-19




Nama : Alpan Nopebriyansyah
NPM : 50419576
Kelas : 2IA13




Share:

Kesimpulan Materi Teknologi Internet dan New Media Menghadapi Era New Normal

Berikut adalah kesimpulan yang saya dapatkan dari materi tentang :

Teknologi Internet dan New Media Menghadapi Era New Normal 

Terlepas dari dampak ekonomi yang muncul akibat pandemi, sisi positif yang dapat diambil dari fenomena ini adalah percepatan pengembangan teknologi, terutama inovasi teknologi yang membantu mengurangi kontak antar manusia, otomatisasi proses hingga peningkatan produktivitas di tengah social maupun physical distancing. Berikut selengkapnya tren teknologi pasca pandemi Covid-19 dan New Normal yang dirangkum dari berbagai sumber.

1. Artificial Intelligence (AI)

Pasca Covid-19, Konsumen akan lebih banyak melakukan aktivitas belanja secara online, sementara mereka yang bekerja akan lebih banyak mengerjakan tugasnya secara remote. Saat perusahaan mulai menavigasi dunia pasca Covid-19 dan ekonomi perlahan mulai pulih, penerapan AI akan sangat membantu dalam beradaptasi dengan New Normal.

2. Cloud Computing

Pasca Covid-19 atau saat New Normal, teknologi Cloud kemungkinan akan menerima lonjakan implementasi di semua jenis aplikasi. Misalnya, pada metode pembelajaran online yang mengharuskan siswa maupun pendidik menggunakan layanan video conference berbasis Cloud.

3. Jaringan 5G 

Jaringan 5G memiliki potensi untuk merevolusi fungsi jaringan seluler lebih cepat dikarenakan Covid-19. Sebab, sejumlah besar orang didorong untuk karantina diri, bekerja hingga belajar dari rumah sehingga menciptakan permintaan bandwidth yang lebih tinggi.

4. Internet of Things (IoT)

IoT akan mengubah pengalaman pengguna secara mendalam, memberikan peluang yang sebelumnya dianggap tidak mungkin terjadi. Dikarenakan pandemi, di mana orang-orang menghabiskan lebih banyak waktu di rumah, perangkat IoT akan mendapatkan tempatnya. Berkat fiturnya yang dapat memudahkan kehidupan orang-orang dalam kehidupannya sehari-hari, perangkat IoT menjadi hal yang trendi. Satu contoh di mana IoT membantu masyarakat di saat pandemi atau New Normal di Indonesia adalah perangkat telemedik yang dapat membantu memonitor indikator kesehatan seseorang.

5. Keamanan Siber

Selama pandemi Covid-19, banyak individu didorong untuk bekerja secara remote sehingga besar kemungkinan data pribadi lebih rentan atau setidaknya tidak dilindungi dengan cara yang tepat. Selain itu, peningkatan serangan ransomware di lembaga kesehatan bahkan peretasan di pusat penelitian juga terjadi saat pandemi sehingga mendorong pentingnya perlindungan data.

Teknologi SAFR (Secure Accurate Facial Recognition)

SAFR 2.0 adalah teknologi pengenalan wajah (facial recognition) menggunakan artificial intelligence (AI) yang mampu mengetahui wajah orang yang menggunakan masker dengan akurasi tinggi. Selain masker, SAFR mampu mengenali wajah orang yang menggunakan topi, kacamata, bahkan orang yang menggunakan hijab sekalipun.

Selain itu, solusi SAFR 2.0 ini dapat dimanfaatkan untuk pengurangan kontak fisik dalam membantu pencegahan penyebaran Covid-19, seperti pergantian mesin absensi barbasis fingerprint dengan pengenalan wajah, peralihan penggunakaan kartu atau tombol pada pintu dan gate dengan menggunakan pengenalan wajah.

Tidak hanya wajah, SAFR pun dapat membantu pemantauan terhadap objek manusia di dalam suatu lokasi. Jika tedeteksi jumlah orang yang sangat banyak maka SAFR dapat melakukan peringatan atau mengirimkan notifikasi kepada petugas untuk melakukan pembatasan.

Tiga Manfaat Teknologi AI di Masa New Normal

1. AI membantu konsumen lebih bijak mengatur pengeluaran

Konsumen sudah tidak seperti dulu lagi. Mereka kini dapat dengan mudah menganalisis dan membandingkan biaya pengeluaran, sebab teknologi AI dapat mengatur dan menganalisis berbagai data secara real-time, termasuk data perbankan.

Aplikasi perbankan seperti Moven dan Simple memungkinkan pengguna melacak
pengeluaran, menganggarkan dana terbatas, dan lebih berhemat melalui rekomendasi nyata yang dipersonalisasi.

2. AI membuat Wi-Fi dapat diandalkan dan cepat

Teknologi AI ini juga memecahkan masalah konektivitas pengguna melalui data yang lebih cerdas, serta pemecahan masalah otomatis dan identifikasi masalah jaringan secara real-time. Misalnya, jaringan berbasis AI Juniper Networks baru-baru ini mengoptimalkan pengalaman Wi-Fi untuk karyawan di Gap dan siswa serta pengajar di Dartmouth College.

3. AI memungkinkan pengguna berbicara dengan perangkat

Alexa Amazon, Siri Apple, dan Asisten Google telah ada selama bertahun-tahun. Selama waktu itu, teknologi pengenalan dan respons suara telah meningkat secara signifikan. Misalnya, pengembang telah meningkatkan pemrosesan bahasa alami, yang membuat aplikasi AI lebih mudah untuk berinteraksi melalui interaksi percakapan sehari-hari.

Teknologi ini juga dapat lebih memahami maksud pengguna, meskipun kata-kata tidak dikomunikasikan dengan sempurna. Saat ini, orang dapat berinteraksi dengan agen AI secara cerdas dan menerima respons yang dipersonalisasi.




Nama : Alpan Nopebriyansyah
NPM : 50419576
Kelas : 2IA13


Share:

Kelebihan dan Kekurangan Manual Point of Sale (MPOS) Sebagai Alat Pembayaran

Pengertian Point Of Sale (POS)

Dilihat dari pengertiannya, Point of Sale atau Point of Purchase adalah waktu dan tempat penyelesaian transaksi ritel. Pada titik penjualan, pedagang menghitung jumlah yang terutang oleh pelanggan, menunjukkan jumlah tersebut, dapat menyiapkan faktur untuk pelanggan, dan menunjukkan opsi bagi pelanggan untuk melakukan pembayaran. (Wikipedia)

Point of Sale (POS) merupakan tempat di mana pelanggan melakukan pembayaran untuk barang atau jasa, dan di mana pajak penjualan dapat dibayarkan. Hal itu bisa dilakukan di tempat toko fisik, di mana terminal POS dan sistem digunakan untuk memproses pembayaran kartu, atau titik penjualan virtual, seperti komputer atau perangkat elektronik seluler. Sejatinya, POS sering digunakan guna membantu pengelola bisnis atau pemilik usaha dalam hal mempermudah transaksi dengan pelanggannya. 

POS adalah sebuah mesin kasir atau biasa disebut Cash Register, mesin semacam kalkulator yang dilengkapi uang dan pencetak bukti pembelian (struk), atau invoice. Namun, karena perkembangan teknologi semakin canggih, fungsi cash register tak lagi memenuhi kebutuhan untuk usaha yang memerlukan detail laporan laba rugi, stok barang dan kebutuhan custom lainnya. Dari sanalah, POS datang untuk melengkapi kekurangan.

Kelebihan Point Of Sale 

1. Memberikan Laporan Data Lengkap

POS dalam dunia bisnis memberikan banyak kemudahan, salah satunya dalam laporan penjualan. Laporan yang diberikan sangat lengkap dan mendetail. Mengingat, banyak fitur yang canggih dan lebih baik ketimbang pencatatan manual.

Selain lengkap dan mendetail, laporan yang diberikan dapat diberikan pada waktu itu atau periode waktu tertentu. Hal ini dapat digunakan untuk selalu memantau perkembangan penjualan dalam bisnis. Penting untuk mengetahui setiap perkembangan yang terjadi pada bisnis yang dijalankan.

2. Manajemen Stok Barang

POS dapat memberikan laporan yang lengkap termasuk memberikan laporan kondisi stok barang. Hal ini dapat membantu untuk mengatur keluar masuknya barang sesuai dengan kategori barang. Laporan kondisi stok barang juga dapat membantu untuk mengetahui kategori barang mana yang paling dicari pembeli sehingga stoknya cepat habis.

3. Strategi Promosi

Fitur yang canggih dalam POS memungkinkan stratego promosi juga dapat dilakukan di dalamnya. Misalnya dengan memberikan bonus karena sudah berapa puluh kali belanja di tempat. Penerapan poin yang didapatkan pelanggan juga dapat diberikan melalui POS menggunakan syarat pembelian barang dengan jumlah nominal tertentu. Poin dapat ditukarkan dengan barang yang disediakan atau ditukarkan dengan potongan harga.

Inovasi yang demikian akan meningkatkan motivasi pelanggan untuk selalu membeli barang di tempat. Selain itu, perasaan nyaman para pelanggan juga dapat dibangun dari strategi promosi yang diberikan. Keuntungan akan semakin bertambah seiring dengan banyaknya kelebihan dan inovasi yang ditawarkan dalam bisnis.

4. Keamanan

Tidak sedikit pelanggan yang nyaman menggunakan kartu kredit dalam proses pembayaran. Maka dari itu, untuk mempermudah mereka dalam transaksi sistem POS juga perlu dilengkapi standar keamanan bertransaksi. Hal ini bisa dilakukan integrasi dengan sistem lain yang menunjang keamanan.

5. Integrasi dengan Sistem Lain

POS juga dapat diintegrasikan dengan sistem lain yang dapat menunjang fungsi transaksi dan kemanan dalam bisnis. Misalnya, dapat mengintegrasikan dengan sistem pencetakan struk atau bukti pembelian, sistem barcode scanner dan sistem lainnya yang sekiranya mendukung dan mempermudah proses transaksi di tempat usaha yang  dijalankan.

Kekurangan Point Of Sale


1. Ada Biayanya

Kelemahanya ialah biaya yang tidak murah. Mengingat banyak fitur canggih dengan menghasilkan puluhan kemudahan yang bisa di dapatkan. Namun, jika memulai dengan modal yang cukup besar. Persoalan biaya tidak menjadi masalah bagi bisnis yang dikelola.

2. Terkena Virus

Penggunaan software memungkinkan terkena virus. Hal ini yang sering dikhawatirkan oleh pengguna perangkat lunak. Apabila sudah terkena virus berbahaya, data akan hilang sehingga akan menyulitkan proses transaksi dan pelaporannya.

Kelebihan dan Kekurangan Manual Point Of Sale


1. Tidak Membutuhkan Biaya

Dengan mencatat secara manual, biaya yang dikeluarkan tidak harus banyak. Alat yang diperlukan hanyalah media seperti buku dan pena sehingga tidak menguras banyak pengeluaran.

2. Keamanannya Tidak Terjamin

Kekurangan dari MPOS adalah keamanan yang kemungkinan besar terjadi. Seperti kehilangan, rusak, bahkan pencurian.

3. Jika Salah Input Maka Harus Mengulang Dari Awal

Data yang dicatat harus akurat agar tidak ada data yang diragukan. Dengan manual, jika terdapat satu kesalahan maka harus mengulang dari awal dan hal tersebut sangat menguras waktu.

4. Harus Input Satu-Satu 

Perusahaan yang besar tentunya memiliki data yang sangat banyak. Jika dilakukan secara manual, yang terjadi adalah keterlambatan dalam pencatatan keuangan yang memerlukan waktu yang sangat lama.

Kesimpulannya adalah perangkat lunak POS yang tepat akan dapat membantu meningkatkan margin laba, melacak inventaris, meningkatkan efisiensi, membantu meningkatkan hubungan pelanggan, serta mengelola hubungan bisnis penting lainnya.


Sumber :
https://en.wikipedia.org/wiki/Point_of_sale
https://www.wartaekonomi.co.id/read224883/apa-itu-point-of-sale
https://www.beepos.id/blog/kekurangan-dan-kelebihan-dari-point-of-sale-dibandingkan-pencatatan-manual/



Nama : Alpan Nopebriyansyah
NPM : 50419576
Kelas : 2IA13



Share:

Popular Posts

Mengenai Saya

Foto saya
Seseorang yang yakin bisa menggapai tujuan dan cita citanya dengan terus belajar dan berani memulai, karena tidak ada cara yang mudah untuk meraih kesuksesan selain bekerja keras dan tetap semangat dalam menggapainya.
Diberdayakan oleh Blogger.